DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASREMAN
Stunting merupakan masalah kesehatan utama dalam bidang gizi di Indonesia yang ditandai pertumbuhan panjang badan tidak sesuai dengan usia, hal ini ditunjukkan dengan nilai z-score <-2 SD sampai dengan ≥-3 SD untuk kategori pendek dan <-3 SD untuk kategori sangat pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Determinan kejadian yang mempengaruhi stunting pada anak usia 24-59 bulan. Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan desain studi case control yang dilakukan pengukuran pada waktu lampau (retropekstif) dengan jumlah sampel 38 kelompok kasus dan 38 responden kelompok kontrol. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Pada penelitian ini Ada hubungan antara kadar HB ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p=0,019 (p < 0,05), didapatkan hasil tidak terdapat hubungan antara KEK, riwayat panjang badan lahir, BBLR, riwayat ASI, riwayat MPASI, tinggi badan ibu, jumlah keluarga, status ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat pekerjaan dan pola asuh dengan stunting. Terdapatnya hubungan antara kadar HB dengan stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kasreman. Diharapkan orangtua meningkatkan pengetahuan mengenai faktor penyebab stunting untuk mencegah kejadian stunting.
Kata kunci : determinan, stunting, usia 24-59 bulan
Detail Information
| Bagian |
Informasi |
| Pernyataan Tanggungjawab |
|
| Pengarang |
DEVI KESUMAWATI - Personal Name
|
| Edisi |
Publish |
| No. Panggil |
618.92 KES D |
| Subyek |
STUNTING
|
| Klasifikasi |
618.92 |
| Judul Seri |
|
| GMD |
Text |
| Bahasa |
|
| Penerbit |
Program Studi D III Keperawatan |
| Tahun Terbit |
2020 |
| Tempat Terbit |
Akper Pemkab Ngawi |
| Deskripsi Fisik |
|
| Info Detil Spesifik |
|
Citation
. (2020).DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASREMAN.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd