<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="716">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI NY.M DENGAN DIAGNOSA MEDIS ASFIKSIA DI RUANG PICU PERINATOLOGI RSUD Dr.SOEROTO NGAWI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ARIZA ARIF EFENDI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Akper Pemkab Ngawi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Program Studi D III Keperawatan]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[continuing]]></issuance>
<frequency><![CDATA[Annualy]]></frequency>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi baru lahir, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Asfiksia terjadi akibat kekurangan oksigen yang menyebabkan gangguan sistem pernapasan dan perfusi jaringan pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif pada bayi dengan diagnosa medis asfiksia, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap bayi Ny. M yang dirawat di ruang perinatologi RSUD Dr. Soeroto Ngawi. Hasil pengkajian menunjukkan adanya masalah keperawatan seperti pola napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, bersihan jalan napas tidak efektif, hipotermia, penurunan curah jantung, risiko infeksi, dan risiko defisit nutrisi. Intervensi dilakukan berdasarkan diagnosa keperawatan menggunakan pendekatan SDKI, SLKI, dan SIKI. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama beberapa hari, didapatkan hasil adanya perbaikan kondisi bayi, terutama pada sistem pernapasan dan suhu tubuh. Kesimpulannya, pemberian asuhan keperawatan yang tepat dan cepat sangat berperan dalam meningkatkan kondisi bayi dengan asfiksia neonatorum.

Kata kunci: Asfiksia neonatorum, bayi, asuhan keperawatan, studi kasus</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[ASFIKSIA NEONATORUM]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20250704]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB NGAWI Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[618.2 EFE A]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[22804]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan Akper Ngawi]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[618.2 EFE A]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[716]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-02 09:19:18]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-02 09:19:18]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>